Tatsqif atau tarbiyah tsaqafiyah merupakan bagian dari proses pembinaan aktivis dakwah yang berkesinambungan, sebagai upaya peningkatan tsaqafah Islamiyah aktivis dakwah. Dengannya orisinalitas gerakan dakwah dapat terjaga dan tanpanya perjuangan mewujudkan masyarakat madani yang diridhai Allah Taala mungkin akan semakin panjang.
Dalam proses tarbiyah, program dan kegiatan tatsqif merupakan salah satu komponen utamanya. Tatsqif menjadi bagian dari mekanisme proses tarbiyah yang menyeluruh dan berkesinambungan, baik pelaksanaan yang regular pada usrah atau halaqah sebagai bagian dari agendanya atau pelaksanaan yang dikelola oleh elemen tarbiyah dalam bentuk kelas tatsqif.
Kemampuan mengelola dan melaksanakan program dan kegiatan tastqif merupakan salah satu faktor keberhasilan program ini. Elemen tarbiyah dan pelaksana tarbiyah, naqib dan murabbi benar-benar harus memahami manejemen tatsqif ini.
1. Urgensi dan Keutamaan Meningkatkan Tsaqafah Islamiyah
Allah SWT berfirman : " Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (At-Taubah: 122)
Firman Allah SWT : "Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al-Mujaadilah: 11)
Dari Abu Darda r.a.: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk memperoleh ilmu pengetahuan, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga; Dan sesungguhnya malaikat mengepakkan sayapnya untuk menaungi pencari ilmu menunjukkan keridhaan terhadap apa yang dia kerjakan; Dan sungguh memohon ampunan bagi penuntut ilmu segala makhluk Allah yang ada di langit dan di bumi sampai paus di lautan luas; dan keutamaan seorang ahli ilmu dengan ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan atas binang gemintang; Dan bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan harta, emas atau perak, tetapi yang diwariskan adalah ilmu. Barangsiapa yang mengambil warisan itu, sesungguhnya dia telah mengambil jatah yang sangat banyak. (H.R. Tirmidzi, Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)
Imam Hasan Al-Banna mengisyaratkan dalam wajibatul akh:
"Hendaklah engkau membaca Al-Qur'an dengan baik, memperhatikannya dengan seksama, dan merenungkan artinya. Hendaklah engkau juga mengkaji sirah Nabi dan sejarah para salaf sesuai dengan waktu yang tersedia. Buku yang dirasa mencukupi kebutuhan ini minimal adalah buku Humatul Islam. Hendaklah engkau juga banyak membaca hadits Rasul Allah saw., minimal hafal empat puluh hadits; ditekankan untuk Al-Arba'in An-Nawawiyah. Dan hendaklah engkau mengkaji risalah tentang pokok-pokok aqidah dan cabang-cabang fiqih. (kewajiban kedua)"
"Hendaklah engkau pandai membaca dan menulis, memperbanyak menelaah terhadap risalah Ikhwan, koran, majalah, dan tulisan lainnya. Hendaklah engkau membangun perpustakaan khusus, seberapa pun ukurannya; konsentrasi terhadap spesifikasi keilmuan dan keahlianmu jika engkau seorang Spesialis; menguasai persoalan Islam secara umum penguasaan yang membuatnya dapat membangun persepsi yang baik untuk menjadi referensi bagi pemahaman terhadap tuntutan fikrah. (kewajiban ke-14)"
Dalam Ushul Isyrin beliau juga menegaskan:
"Hendaklah engkau memenuhi hakmu dengan baik dan memenuhi hak-hak orang lain dengan sempurna, tanpa dikurangi dan berlebihan; janganlah pula engkau menunda-nunda pekerjaan. (Ushul ke-18)"
2. Pengertian
Tatsqif adalah salah satu sarana utama tarbiyah untuk membentuk generasi rabbani yang berwawasan Islam sesuai dengan manhaj.
3. Sasaran
1) Terpeliharanya penyampaian materi tatsqif sesuai dengan kurikulum Manhaj Tarbiyah 1427 H pada sarana tatsqif serta usrah dan halaqah.
2) Tercapainya peningkatan kualitas tsaqafah aktivis dakwah dan isti’ab ilmi terhadap masalah mendasar dalam Islam.
3) Terpenuhinya pencapaian ulum marhalah setiap marhalah.
4. Fungsi
1) Sarana pengokohan ukhuwah dan soliditas aktivis dakwah.
2) Sarana konsolidasi ideologi, fikrah, manhaj, politik, organisasi dan kultural bagi para qiyadah.
5. Bentuk Kegiatan
1) Tatsqif Klasikal, adalah tatsqif per marhalah yang diselenggarakan oleh elemen tarbiyah.
2) Tatsqif Usrah-Halaqah, adalah tatsqif anggota usrah/halaqah yang merupakan bagian dari agenda usrah/halaqah dan dilaksanakan oleh naqib/murabbi atau muwajjih.
sumber : buku manual manajemen tatsqif




0 komentar:
Posting Komentar